Umat Hindu di Kalimantan Barat menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1945 dengan penuh hikmat dan kebersamaan. Salah satu tradisi yang kembali digelar adalah pawai Ogoh-ogoh, yang berlangsung meriah di sepanjang Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (28/3/2025).
Pawai ini secara resmi dilepas oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, S.E., M.Sos.
Ogoh-ogoh, patung berwujud raksasa yang melambangkan sifat buruk manusia seperti keserakahan, iri hati, dan amarah, diarak keliling sebelum akhirnya dimusnahkan. Dalam ajaran Hindu Dharma, ritual ini mencerminkan upaya menyingkirkan energi negatif serta mengembalikan keseimbangan alam dan diri manusia.
Ida Sri Rsi Dukuh Putra Bandem Kepakisan menekankan bahwa Nyepi adalah waktu bagi umat Hindu untuk merefleksikan diri dan memperbaiki kehidupan spiritual.
"Melalui Catur Brata Penyepian, kita diajak untuk kembali kepada kesucian, merefleksikan perjalanan hidup, dan membangun kedamaian dalam diri agar mampu menyebarkan vibrasi positif kepada sesama. Nyepi bukan sekadar keheningan, tetapi juga momentum mempererat toleransi serta menjaga harmoni di tengah keberagaman," ujarnya.
Perayaan Nyepi tahun ini diawali dengan upacara Melasti, ritual penyucian diri yang berlangsung di Pantai Samudra Indah, Kabupaten Bengkayang. Umat Hindu dari berbagai daerah seperti Singkawang, Sambas, Bengkayang, Pontianak, Kubu Raya, dan Sintang turut serta dalam prosesi sakral ini. Setelah pawai Ogoh-ogoh, acara dilanjutkan dengan Pecaruan Tawur Agung Kesanga serta persembahyangan bersama di Pura Giri Pati Mulawarman.
Pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yang terdiri dari:
1. Amati Geni – Tidak menyalakan api atau penerangan.
2. Amati Karya – Tidak melakukan aktivitas atau pekerjaan.
3. Amati Lelungan – Tidak bepergian.
4. Amati Lelanguan – Tidak menikmati hiburan atau kesenangan duniawi.
Keempat pantangan ini bertujuan untuk menyucikan diri dan alam semesta, menciptakan keseimbangan spiritual, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya harmoni dalam kehidupan.
Perayaan Nyepi di Kalimantan Barat tahun ini mencerminkan semangat persatuan dan introspeksi diri. Melalui ritual seperti pawai Ogoh-ogoh dan Catur Brata Penyepian, umat Hindu memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan penuh kesadaran, umat Hindu di Kalimantan Barat menjadikan Nyepi sebagai momen untuk memperdalam makna kehidupan, menanamkan nilai toleransi, serta membawa vibrasi kedamaian bagi seluruh umat manusia.
Sumber : Wisnu
Publisher : Darius Tarigan
Tidak ada komentar
Posting Komentar